"yang cuman ingin diam,duduk ditempatku,menanti seorang yang biasa saja."
kalimat itulah yang sering kunyanyikan.
mungkin semuanya mengira itu hanya lagu biasa.
tapi aku kira itu bukan hanya sekedar lagu biasa.
sebenarnya potongan kalimat dari sebuah lagu itu mempunyai makna besar jika kamu mengetahui apa yang kumaksud saat aku menyanyikannya.
memang, selama ini aku hanya berkata bahwa itu hanyalah sebuah kalimat dari lagu yang biasa saja, tapi aku berbohong lagi.
sebenarnya ada makna terpendam yang ingin aku sampaikan pada seseorang yang selalu mendengarkanku saat melantunkan kalimat tersebut.
memang, aku sangat sering menyanyikannya sampai aku sendiri saja lupa siapa-siapa saja yang telah mendengarkanku bernyanyi.
tapi sebenarnya diantara sekian banyak orang, ada seseorang yang kumaksud dalam "seorang yang biasa saja".
aku tahu awal yang manis itu tak akan membuat awal-awal yang lainnya tetap menjadi manis.
seperti sekarang, awal yang manis itu berubah jadi semu.
aku baru tahu bukan hanya aku saja yang merasakannya.
merasakan apa yang kurasakan sejak beberapa minggu yang lalu.
"seorang yang (awalnya) biasa saja" itu kini berbeda, malah memberontak.
jujur saja, aku bosan dan kesal dengan perilakumu yang statis, tidak berubah.
mungkin kamu mengira aku sombong atau apapun pikiran burukmu mengenaiku.
aku bukan sombong, aku hanya ingin diam ditempatku.
menutup mulut hingga seseorang memberitahumu apa yang terjadi.
mungkin satu kata saja bisa mewakili semuanya dan bisa membebaskanku dari aksi mogok bicara selama beberapa minggu ini.
berawal dari huruf E,dan selesai.
Sunday, February 22
Friday, February 20
kosong
lurus
jangan berbalik!
itu yang ingin kukatakan,
tapi pada siapa?
kosong
lagi dan lagi,untuk kesekian kalinya,
entahlah.
whatever yang dia mau.
bosen.
kosong.
jangan berbalik!
itu yang ingin kukatakan,
tapi pada siapa?
kosong
lagi dan lagi,untuk kesekian kalinya,
entahlah.
whatever yang dia mau.
bosen.
kosong.
Subscribe to:
Posts (Atom)
